Buku Manajemen Sumber Daya Manusia
Judul Buku : Manajemen Sumber Daya Manusia
Penulis : Prof. Dr. H. Edy Sutrisno, M.Si.
Penerbit : Kencana Prenada Media Group, Jakarta
Tahun terbit : 2014 (cetakan ke 6)
Urgensi MSDM
dalam Organisasi Perusahaan
Para era teknologi informasi, seluruh elemen dalam
dunia bisnis harus serba terukur.
Karenanya, kegiatan bisnis/ekonomi harus berbasis iptek. Aset-aset
penting perusahaan bukan lagi hal-hal yang bersifat fisik seperti tanah, mesin,
gedung dan property lainnya, tetapi bersifat mental intelektual, seperti
penguasaan teknologi informasi, persepsi pasar, citra perusahaan, hak paten, relationship,
merek dll. Kesemuanya itu tercipta
dengan daya intelegensi, kreativitas dan imaginasi tinggi.
Keseluruhan unsur penting tersebut sangat ditentukan
oleh man, kualitas SDM. Karenanya agar perusahaan dapat bersaing, maka
pengelolaan SDM menjadi sangat penting. SDM yang diperlukan adalah manusia yang
update, memiliki jiwa inovasi yang tidak pernah berhenti untuk belajar
dan meningkatkan kemampuan diri serta memiliki semangat yang tinggi dalam
bekerja dan berkarya.
Kuncinya adalah pada pengelolaan SDM. Pengelolaan SDM yang professional, akan
menghantarkan sumber daya yang dimiliki menjadi manusia-manusia produktif.
Pengelolaan yang professional, melihat manusia sebagai bagian dari satu system.
Karenanya diperlukan langkah-langkah yang runut dari mulai rekruitmen sampai
dengan berbagai upgrading untuk mencapai spek SDM yang dapat mewujudkan
cita-cita dan tujuan perusahaan.
Manajemen SDM diartikan sebagai upaya pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota
organisasi atau kelompok pekerja. Fokusnya pada 3 fungsi yaitu :
1.
Fungsi manajerial : perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian.
2.
Fungsi operasional : pengadaan, pengadaan,
pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan
kerja.
3.
Fungsi ketiga adalah kedudukan manajemen sumber daya manusia
dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.
Tujuan akhir dari MSDM adalah meningkatkan
produktivitas, kualitas kehidupan kerja dan meyakinkan bahwa seluruh aspek
organisasi telah legal.
Manajemen
Pengelolaan dan Pengembangan SDM
Menurut penulis buku, SDM dimanage dan dikembangkan
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Perencanaan
Perencanaan
SDM dimaksudkan untuk mendapatkan sumber daya yang akan menduduki berbagai
posisi, jabatan dan pekerjaan yang tepat sesuai kebutuhan perusahaan agar
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaan
bermula dari pengidentifikasian berbagai persoalan, ancaman, peluang baik dalam
maupun luar organisasi. Kegiatan yang harus dilakukan yaitu : inventarisasi
persediaan SDM, memprediksi kebutuhan SDM, menyusun rencana SDM dan menotor
serta evaluasi SDM.
Perncanaan
ini diperlukan oleh pihak individu maupun organisasi perusahaan. Bagi individu
untuk membantu peningkatan kompetensi dan pengembangan karier. Sedangkan bagi
organisasi untuk mendapatkan calon pekerja yang memenuhi kualifikasi.
Dalam perencanaan perlu
dipertimbangkan factor-faktor sebagai berikut:
- Faktor internal
yang meliputi, rencana strategis organisasi, anggaran, estimasi
produksi, perluasan usaha dan tugas-tugas pekerjaan perusahaan.
- Faktor eksternal : situasi ekonomi, social
budaya, politik, peraturan perundang-undangan , teknologi dan pesaing.
2.
Rekruitmen
dan seleksi
Langkah ini
merupakan upaya untuk mencari, menemukan dan menarik orang untuk dijadikan
pekerja. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk tujuan ini antara lain dengan
memanfaatkan pekerja lama, pelamar, pengumuman terbuka atau melalui
organisasi-organisasi profesi, jika yang dibutuhkan adalah kaum professional
tertentu seperti : Perhimpunan MSDM
Indonesia, Indonesia Marketing Assocation (IMA), Ikatan Akuntansi Indonesia
(IAI), Ikatan Finansial Eksekutif Indonesia (IFEI), Ikatan Sekretaris
Indonesia, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dll.
Setelah
calon tersedia, langkah berikutnya adalah penyeleksian. Jenis tes yang
diberikan sesuai dengan persyaratan jabatan atau pekerjaan yang dibutuhkan.
Secara umum meliputi tes kemampuan numeracy (penghitungan secara tepat dan
teliti), tes intelegensi dasar, tes ketrampilan teknis, pengetahuan umum, tes
psikologi, tes daya tahan fisik.
Proses ini
penting untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan atau yang diinginkan
organisasi/perusahaan dengan apa yang didapat secara tepat.
3.
Pengembangan
SDM
Pengembangan
dimaknai sebagai proses penyiapan individu-individu untuk memikul tanggungjawab
yang berbeda atau lebih tinggi dalam organisasi melalui pendidikan dan
pelatihan. Pendidikan untuk meningkatkan penguasaan teori dan ketrampilan
memecahkan persolan yang dihadapi dalam pekerjaan. Sedangkan pelatihan membantu
meningkatkan pengetahuan praktis dan penerapannya dalam tugas.
Pengembangan
bertujuan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan ketrampilan para
pekerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, sehingga
terlaksanya tugas-tugas secar efisien, efektif dan produktif. Adapun sasarannya
adalah untuk meningkatkan produktivitas, mutu kerja, moral kerja, kesehatan dan
keselamatan kerja, dan kualitas pribadi pekerja.
4.
Pengelolaan
Dalam
mengelola SDM, perlu diperhatikan bahwa manusia sebagai unsur produksi yang
memiliki fikiran, perasaaan, nafsu, angan-angan/cita-cita. Sehingga memandang
manusia harus secara holistic dan manusiawi. Oleh karena itu perlu diwujudkan
hal-hal sebagai berikut
a.
Kepuasan
Kerja
Kepuasan
adalah sikap pekerja terhadap pekerjaan yang berhubungkait dengan situasi
kerja, imbalan kerja, hubungan antar pekerja dan perusahaan dan hal-hal lain
yang menyangkut factor fisik dan psikologis yang berwujud perasaan senang atau
tidak senang, puas atau tidak puas.
Para
pengelolan SDM harus memperhatikan kepuasaan pekerjaan karena alasan sebagai
berikut: adanya hubungan kepuasaan dengan kinerja, tingkat kesehatan,
keberlangsungan tenaga kerja (tetap bertahan) dan produktivitas.
Beberapa hal
yang memengaruhi kepuasan kerja dapat berupa fisik seperti gaji, fasilitas dan jaminan masa depan, atau
hal-hal yang non fisik seperti kesempatan untuk maju, keamanan pekerjaan,
kesehatan , manajemen perusahaan, pengawasan, kondisi pekerjaan, komunikasi.
b. Disiplin
Sikap
disiplin adalah kesediaan dan kerelaan seseorang untuk menaati dan menjalankan
norma-norma tau aturan yang berlaku. Pembentukan kedisiplinan bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi semaksimal mungkin dengan mencfegah pemborosan waktu dan
enenrgi serta mencegah berbagai kerusakan atau kehilangan harta benda, mesin,
peralatan dan perlengkapan kerja yang disebabkan ketidak hati-hatian. Disiplin
adalah upaya untuk mengatasi kesalahan dan keteledoran yang disebabkan kurang
perhatian, ketidakmampuan dan keterlambatan.
Beberapa hal
yang memengaruhi disiplin antara lain : besarnya pemberian konpensasi,
keteladanan pimpinan, aturan yang pasti, keberanian pimpinan dalam mengambil
tindakan, pengawasan dan perhatian terhadap pekerja, penciptaaan
kebiasaan-kebiasaan tegaknya didiplin.
Disiplin
menggambarkan besarnya tanggungjawab seseorang terhadap tugas-tugasnya, karena
itu sangat berpengarus kepada produktivitas yang dapat mendorong tercapainya
tujuan organisasi/perusahaan.
c. Produktivitas
Produktivitas
merupakan sikap mental manusia untuk selalu meningkatkan kualitas hidup dan
penghidupannya dalam segala bidang sehingga menjadi pribadi yang dinamis,
kreatif, inovatif serta terbuka namun tetap kritis dan tanggap terhadap ide-ide
baru dan perubahan. Aspek-aspek yang
menentukan produktivitas antara lain: kemampuan manajemen tenaga kerja,
efisiensi tenaga kerja dan kondisi lingkungan pekerjaan.
Produktivitas
Pekerja dapat diukur dengan melihat indicator-indikator sebagai berikut:
Kemampuan melaksanakan tugas, meningkatnya
hasil yang dicapai, semangat kerja, pengembangan diri, selalu berusaha
meningkatkan mutu pekerjaan dan bertindak efisien.
Faktor yang
mempengaruhi produktivitas seseorang diantaranya pelatihan, mental dan
kemampuan fisik serta hubungan dengan pimpinan. Produktivitas dapat
ditingkatkan dengan upaya-upaya sebagai berikut: perbaikan terus menerus,
peningkatan mutu hasil pekerjaan dan pemberdayaan SDM.
d.
Motivasi
Motivasi adalah
cara untuk mendorong gairah kerja bawahan agar mau bekerja keras mengerahkan
segala segala kemampuan dan ketrampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Dengan demikian motif memiliki dua unsur, yaitu daya dorong untuk berbuat dan
sasaran yang akan diarahkan oleh perbuatan tersebut.
Dari pengertian diatas, motivasi mengandung 3 hal yang
penting:
1) Motivasi
berkaitan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran
organisasional, termasuk individu yang bersangkutan. Maknanya, bila tujuan
organisasi tercapai, maka tujuan dirinyapun akan tercapai.
2) Motivasi
merupakan proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu,
yaitu kesediaan untuk mengerahkan usaha tingkat tinggi guna mencapai tujuan
organisasi.
3) Kebutuhan yang
belum tepuaskan akan dapat menimbulkan ketegangan yang pada gilirannya akan
menimbulkan dorongan tertentu dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu.
Motivasi
seseorang dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Faktor internal
berupa keinginan untuk dapat hidup, memiliki sesuatu, memperoleh penghargaan,
memperoleh pengakuan dan keinginan berkuasa. Faktor eksternal berupa kondisi
lingkungan kerja, konpensasi yang memadai, suvervisi yang baik, adanya jaminan
pekerjaan, status dan tanggungjawab dan peraturan yang fleksibel.
Pemberian
motivasi merupakan kewajiban bagi seorang pimpinan terhadap bawahan atau
karyawannya, agar mereka dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan
yang menjadi tanggungjawabnnya.
e. Prestasi
kerja
Prestasi
kerja merupakan bobot kemampuan individu dalam memenuhi ketentuan-ketentuan
yang ditetapkan dalam pekerjaannya. Dalam kata lain sebagai hasil kerja yang
telah dicapai seseorang dari aktivitas kerjanya.
Pembinaan
prestasi kerja diarahkan kepada aspek-aspek sebagai berikut: hasil kerja,
pengetahuan pekerjaan, inisiatif, kecekatan mental, sikap dan disiplin waktu
(kehadiran).
Penilain
prestasi kerja dimaksudkan untuk memahami lebih jauh, apakah para pekerja dan
unsur yang terkait dengannya sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan atau
belum. Hasil dari penilaian merupakan bahan bagi manajemen untuk peningkatan
kualitas SDM yang dimiliki.
f. Pengembangan karier
Pengembangan
karir adalah proses yang diciptakan untuk membantu para pegawai agar lebih
meningkatkan kariernya. Kesuksesan karier dapat dipengaruhi oleh 2 aspek,
pertama kemampuan dan kemauan untuk melihat jauh ke depan, kedua keuletan dari
individu yang bersangkutan.
Pengembangan
karier adalah untuk memperoleh jenjang karier dengan tujuan : memberikan
kepastian arah karier jabatan, meningkatkan daya organisasi untuk menarik
pegawai yang berkualitas, memumudahkan manajemen dalam menyelenggarakan program
pengembangan karier dan memudahkan administrasi kepegawaian dalam promosi,
rotasi maupun demosi jabatan.
g. Kompensasi
Kompensasi
adalah segala sesuatu yang diterima oleg pegawai sebagai balas jasa untuk kerja
mereka. Kompensasi dapat diberikan dalam bentuk uang, materi, fasilitas atau
kesempatan berkarir.
Kompensasi
bertujuan untuk menghargai prestasi kerja, menjamin keadilan, mempertahankan
karyawan, mendapatkan karyawan yang bermutu, pengendalian biaya dan memenuhi
peraturan ketenagakerjaan.
Dampak pemberian
konpensasi terhadap pegawai antara lain: meningkatkan kinerja dan kesetiaan
karyawan terhadap perusahaan, menekan jumlah ketidak hadiran dan mengurangi
intervensi pihak-pihak lain sehingga berdampak positif terhadap pencapaian
tujuan perusahaan.
h.
Kompetensi
Kompetensi
adalah kemampuan dan kakteristik yan dimiliki oleh seorang pegawai berupa
pengetahuan, sikap, prilaku yang diperlukan dalam tugas dan jabatannya.
Aspek-aspek yang terkandung dalam kompetensi adalah: pengetahuan (knowlwdge), pemahaman (understanding), kemampuan (skill), nilai (value), sikap, (attitude)
dan minat (interest).
Komponen
kompetensi berupa motif, karakter pribadi konsep diri dan pengetahuan akan
memunculkan prestasi kerja. Dengan demikian kompetensi merupakan tindakan yang
disengaja yang mendorong sejumlah motif, karakter pribadi untuk melakukan suatu
aksi menuju terbentuknya suatu hasil.
Kompetensi
manajerial dalam perusahaan sangat diperlukan karena dapat menggali potensi
sumber daya-sumber daya lainnya yang dimiliki perusahaan, mengefektifkan dan
mengefisiensikan proses produksi serta menciptakan produk yang didiinginkan
konsumen. Kesemuanya itu akan memberi nilai tambah bagi perusahaan dalam bentuk
keuntungan dan daya saing.
5.
Leadership
dalam MSDM
Buku ini ditutup
dengan pembahasan leadership atau kepemimpinan. Maknanya seluruh proses
pengeloaan SDM, kuncikerhasilannya adalah kepemimpinan. Kepemimpinan diartikan
sebagai kemampuan atau seni untuk
mempengaruhi orang lain agar bersedia untuk mengerahkan segala kemampuannya
yang terbaik agar tercapai tujuan organisasi/perusahaan.
Fungsi
pemimpin dalam organisasi adalah sebagai perencana, pengorganisasi, penggerak
dan pengendali. Dengan demikian menempati posisi dan peranan kunci baik secara
internal organisasi maupun eksternal. Peranannya meliputi 3 bentuk yaitu
interpersonal, informasional dan problem solver. Interpersonal maknanya
kemampuan untuk menjalin komunikasi insani, baik dengan bawahan, satu level,
atasan maupun pihak-pihak lain yang terkait. Informasional artinya kemampuan
untuk memantau, menguasai dan
mengendalikan arus informasi yang
terkini baik yang berkaitan dengan internal maupun eksternal organisasi.
Sebagai problem solver , seorang pemimpin diharapkan terus melakukan kajian
terhadap eksistensi organisasi yang dipimpinnya sehingga menjadi bahan untuk
mengambil keputusan-keputusan untuk membawa organisasi/perusahaan kearah yang
lebih baik.
Komentar
Posting Komentar